Angela, sebut saja begitu, mengeluh kepada Vanda sahabatnya, “Bagaimana mau menikmati? wong baru sebentar saja sudah muncrat!” ujar Angela. “Sabar.. namanya juga pengantin baru” jawab Vanda mencoba meredam kekesalan sahabatnya. “Pengantin baru apaan, aku kan sudah 1 tahun menikah!” jawab Angela kesal.
Obrolan semacam itu mungkin sering terdengar dari para wanita yang sudah berumahtangga. Ejakulasi dini merupakan disfungsi seksual yang banyak dialami pria, di samping disfungsi ereksi. Tetapi pada awalnya banyak pria yang mengalami ejakulasi dini tidak menyadari bahwa itu termasuk gangguan fungsi seksual. Mereka hanya merasa dan mengeluh pada dirinya sendiri, mengapa ejakulasinya terlampau cepat terjadi. Bahkan ketika pasangannya mengeluh, mungkin mereka hanya menjawab bahwa memang begitu keadaannya.
Menurut informasi yang ada, sekitar 50% keluhan ejakulasi dini terjadi pada kaum muda dan 1 dari 3 pria dewasa melaporkan bahwa ejakulasi mereka lebih cepat daripada yang mereka harapkan. Pada pria yang telah menikah, 30-40 % mengalami ejakulasi dini. Banyak pria yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencapai dan mempertahankan ereksi juga diawali dari kondisi ejakulasi dini yang lama dan tidak diobati.
Apakah ejakulasi dini itu?
Ada beberapa pengertian yang dianut oleh para ahli mengenai ejakulasi dini:
1. Batasan ejakulasi dini didasarkan pada waktu tertentu ketika terjadi ejakulasi.
2. Ejakulasi dini ditentukan oleh berapa kali seorang pria mampu melakukan gerakan ketika berhubungan seksual sebelum terjadi ejakulasi. Ada yang menggolongkan ejakulasi dini kalau ejakulasi terjadi kurang dari 20 kali goyangan.
3. Ejakulasi dini diartikan sebagai ketidakmampuan menahan ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme.
4. Ejakulasi dini ditentukan oleh mampu tidaknya pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya.
Tampaknya pengertian keempat yang kini lebih dapat diterima. Berdasarkan pengertian yang keempat, maka ejakulasi dini berarti ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat, yang tidak sesuai dengan keinginannya, paling sedikit 50% dari kesempatan melakukan hubungan seksual, dengan syarat tidak ada gangguan seksual pada istri.
Gangguan ini terjadi bervariasi mulai dari yang ringan, sedang, sampai berat. Ejakulasi dini ringan berarti ejakulasi terjadi setelah hubungan seksual berlangsung singkat, hanya beberapa kali gesekan. Pada ejakulasi dini sedang, ejakulasi terjadi setelah terjadi masuknya penis ke dalam vagina.
Sedang pada ejakulasi dini berat, hubungan seksual tidak sempat berlangsung karena ejakulasi terjadi sebelum berlangsung penis masuk ke dalam vagina. Ejakulasi terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan sebagian kecil pria dengan ejakulasi dini berat sudah mengalami ejakulasi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar.
Tetapi apapun jenis ejakulasi dini yang terjadi, pria yang mengalaminya sama merasa tidak puas karena ejakulasi terjadi dalam waktu sangat singkat di luar kehendaknya sehingga hubungan seksual harus berakhir. Di pihak lain, wanita pasangannya juga sama, merasa tidak puas.
Penyebab ejakulasi dini
Ada beberapa teori penyebab ejakulasi dini:
1. Ejakulasi dini dapat disebabkan suatu gangguan yang bersifat psikofisiologik. Ada beberapa masalah yang melatar belakangi terjadinya ejakulasi dini, yaitu hubungan suami istri yang tidak harmonis, perasaan tidak senang terhadap pasangannya, dan rasa takut terhadap wanita.
2. Kecemasan juga berperan penting dalam proses ejakulasi dini karena masalah tersebut acapkali merupakan bagian dari situasi dan hampir semua penderita dapat mengendalikan ejakulasi selama masturbasi. Hubungan seksual terlarang dan takut diketahui orang lain mendorong kecemasan. Adanya ketidakpuasan partner seksual juga akan menambah kecemasan yang ujungnya akan memperparah ejakulasi dini.
3. Kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sebelumnya. Misalnya suka masturbasi atau onani dengan tergesa-gesa.
4. Kurang berfungsinya serotonin, suatu bahan neurotransmitter yang berfungsi menghambat ejakulasi.
5. Gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi (hipersensitivitas refleks ejakulasi). Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.
Berbeda dengan disfungsi ereksi, pria yang mengalami ejakulasi dini mampu mencapai ereksi dan melakukan hubungan seksual walaupun ejakulasinya terlampau cepat terjadi. Hanya pada ejakulasi dini yang berat, hubungan seksual tidak sempat berlangsung karena ejakulasi sudah terjadi sebelum penis masuk ke vagina. Pada disfungsi ereksi, hubungan seksual tidak dapat berlangsung karena ereksi terganggu, atau kalaupun sempat berlangsung, segera terhenti karena ereksi hilang.
Solusi
Seorang Pakar Terkemuka di Indonesia merekomendasikan untuk Pria atau suami indonesia untuk memakai Foredi sebagai solusi mengatasi Ejakulasi Dini. klik disini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar